It's all an Adventure

© 2019 by Siaware

  • SIAware Community

It's all an Adventure

Dulu waktu awal memutuskan ikut Siaware. Marissa ngerasa ini adalah hal yang perlu dilakukan. Gatau kenapa rasanya mau aja. Karena ada yang kosong di hati tapi dicari-cari sebabnya ga ketemu. Cerita sana-sini, main sana sini. Ga lega. Ada yang ngeganjel. Berbulan-bulan dihindari.


"Aku ngerasanya Marissa ada beban yang harus dilepasin"


Komentar seorang teman begitu saja padahal waktu itu saya abis curhat. Kok bisa ya orang lain sebegitu pedulinya sama saya, sampai saya ga sadar apa apa yang sedang saya tanggung sendirian. Kok bisa saya ga sadar tentang diri saya sendiri? Kok bisa saya ga paham soal diri saya sendiri? Kok bisa?

Abis itu berhari-hari bingung. Teman yang dicurhati rajin sekali menanyakan apakah bebannya mau dilepas atau tidak. Lalu dia cerita, dulu ia ikut Siaware, dan dia sangat ingin saya ikut.


Kenapa dia anggap itu penting buat saya?

Apa ikut Siaware akan ngejawab semuanya? Apa iya bebannya akan lepas. Apalagi uang segitu ga sedikit. Kalau nanti ternyata bebannya ga lepas gimana ya. Kalau ternyata masalahnya di aku dan gabisa ilang.


Banyak banget pikiran negatif ke diri sendiri. Udah self-esteem super jelek ditambah negatifitas ke diri sendiri. Komplit lah. Tapi, there's a will there's a way kan. Niat memperbaiki diri ini ada jalannya kan. Memutuskan membayarkan seluruh simpanan uang demi mimpi jadi lebih baik lagi. Marissa ngerasa marissa perlu ngehadapin yang dianggap beban-beban ini. Dan marissa butuh ketemu sepenuhnya Marissa.


Dan Marissa yakin hal baik selalu ada jalan. Di tempat-tempat yang ga disangka-sangka. Anggap aja berpetualang.

"But it's all an adventure


That comes with a breathtaking view" lirik lagu kesukaan saya.

Ke Bandung yang cuma sekian kali, rela berproses bareng teman teman yang belum dikenal. Tapi lewat proses nya menjadi yang begitu dekat, berbagi mimpi bareng, saling dukung walau baru aja kenal. Sebegitu hangatnya keterbukaan diri sendiri lalu ke orang lain.


Berproses menemukan diri sendiri sama sekali tidak egois. Bahkan mungkin pertolongan pertama. Because I owe myself the love I freely give to other people.

Mengenal bahwa saya bisa juga memberikan sayang dan kasih juga ke diri saya sendiri, tanpa harus jadi egois. Bahwa hal pertama dalam mencintai adalah mencintai diri sendiri dan cukup dengan apa apa yang ada di diri sendiri.


"You can be the most beautiful person in the world and everybody sees light and rainbows when they look at you, but if you yourself don't know it, all of that doesn't even matter. Every second that you spend on doubting your worth, every moment that you use to criticize yourself; is a second of your life wasted, is a moment of your life thrown away. It's not like you have forever, so don't waste any of your seconds, don't throw even one of your moments away."


C. JoyBell C.

134 views