Kehidupanku Kini dan Nanti

© 2019 by Siaware

  • SIAware Community

Kehidupanku Kini dan Nanti



Bulan Maret tahun 2017 silam adalah pertama kalinya aku mengetahui tentang siaware. Saat itu aku cukup tertarik untuk mengikutinya, tapi muncul berbagai tapi pada diri ini. Satu tahun berselang, aku menikmati takdir yang Allah tuliskan untukku. Dua bulan sebelum pelaksanaan SIAware 29 aku mendapatkan informasi tentang pelatihannya lagi, berdiskusi dengan kakak dan ibuku, lalu entah mengapa, rasanya hati ini sangat yakin untuk mengikuti siaware 29.


Pada awalnya, aku hanya terpikir untuk mencari jawaban-jawaban atas kekhawatiranku, seperti "setelah lulus kuliah aku mau kerja di bidang apa ya, gimana ya caranya biar aku gak grogi banget kalau bicara depan umum, gimana ya biar aku gak ngerasa takut berada di lingkungan baru, gimana caranya supaya aku gak gampang sedih dan stres dalam menghadapi masalah". Jujur aku gak banyak berekspektasi di awal karena aku takut kecewa. Tapi setelah menjalani 4 hari full pelatihan SIAware, aku mendapatkan berbagai hal yang tidak pernah terlintas di pikiranku. Dari siaware aku menyadari berbagai kejadian di masa lalu yang ternyata tanpa kusadari selalu menghantuiku dan menghambat langkahku saat ini. Mendapatkan berbagai penolakan, pengkhianatan, kekecewaan, anggapan dan penilaian buruk dari orang lain, diabaikan, dan merasa menjadi "katak kecil dalam kolam besar" pun ternyata telah menjadi belief-belief yang membatasiku, mengecilkan diriku, yang secara tak sadar selalu ada bersamaku selama hidup ini.


Kini, aku telah mengenal diriku lebih dalam, sifat-sifatku, keinginan-keinginanku, diriku yang memang berbeda dari orang lain, yang memiliki berbagai kelebihan dan kekurangan yang tidak perlu dibandingkan dengan orang lain, dan aku bukan lagi seekor katak kecil, aku tak akan mengecilkan diriku sendiri dan tidak akan membiarkan orang lain pun mengecilkan diriku. Aku tak perlu lagi pengakuan dari orang lain untuk melakukan berbagai hal yang baik untuk diriku dan lingkungan sekitarku. Karena semuanya adalah untuk diriku sendiri. Aku mencintai diriku sendiri. Aku percaya pada diriku sendiri. Aku berharga dan yang terpenting, kini aku yakin sepenuhnya akan takdir yang Allah tetapkan untukku. Yakin akan berbagai kesempatan dan kebaikan yang Allah berikan untukku. Ketenangan menyertaiku.


Alhamdulillah, aku sangat bersyukur telah mengambil langkah ini. Melalui SIAware aku telah mampu menghancurkan rantai-rantai yang mengikatku dan mulai menapaki jalan yang Allah bentangkan untukku dengan tenang dan berani. Dari SIAware pun aku memiliki teman-teman baik yang sama-sama sedang berjuang menggapai mimpi, yang berteman dengan hati dan dari hati tanpa memandang berbagai latar belakang yang berbeda. Lingkaran pertemanan yang positif, tentang aku, kamu, dan kita yang saling menguatkan.


Kehidupanku kini dan nanti pastilah takkan terlepas dari berbagai ujian, suka dan duka, jatuh bangun kehidupan. Kini Aku siap menghadapi berbagai kemungkinan yang ada di depan sana, terjatuh bukanlah hal yang mengerikan dan menyedihkan. Aku bukanlah seorang korban atau objek penderita dalam kisah hidupku, tapi seorang pemeran utama yang bertanggung jawab atas kejadian-kejadian yang terjadi di dalamnya. Bertanggung jawab atas pilihan yang aku ambil. SIAware telah mengubah cara pandangku terhadap berbagai masalah yang terjadi dan yang mungkin akan terjadi di hidupku. Bukan lagi tentang betapa sakitnya terjatuh, tapi tentang apa yang telah aku lakukan/tidak lakukan sehingga aku terjatuh dan apa yang akan aku lakukan/tidak lakukan setelahnya. Aku bertanggung jawab penuh.


“Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (Ar-Ra’d/13:11)

Bagiku, keputusan mengikuti SIAware 29 adalah langkah awal yang telah aku ambil untuk mengubah keadaan yang ada pada diriku sendiri. Aku yakin, ada "harga" yang harus dipertaruhkan untuk sesuatu yang dinilai penting. Dan kehidupanku amatlah penting. "Harga" yang kupertaruhkan untuk mengikuti SIAware terbayar penuh dengan apa yang aku dapatkan darinya.

183 views