Mind Traveler

© 2019 by Siaware

  • SIAware Community

Mind Traveler


Jangan terkecoh dengan judulnya, ini bukan buku tentang jalan-jalan. Yah, bolehlah jika ingin disebut jalan-jalan, tapi mungkin lebih tepat jika disebut perjalanan. Apa bedanya? Perjalanan yang satu ini lain dari yang lain. Perjalanan yang setiap orang sebetulnya bisa saja melaluinya, tapi tak semua orang mau menempuhnya. Ini adalah perjalanan menelusuri rupa-rupa isi kepala hingga rasa di dalam dada.


Membaca buku Mind Traveler ini membuat saya kagum dengan sosok kak Utie (Febriani Eka Puteri), yang bisa menelusuri berbagai pertanyaan dan pemikiran yang lewat dalam kepala, dan sanggup menuliskan semuanya dengan jujur, lugas dan berani. Ya, berani, karena bisa jadi pertanyaan-pertanyaan itu muncul di benak banyak orang (termasuk saya), tapi jarang sekali yang berani mengungkapkannya, apalagi menelusuri jawabannya. Pertanyaan-pertanyaan yang sebetulnya sederhana, terkadang terkesan tabu, namun ternyata esensial dalam memahami dan menjadi manusia seutuhnya.


Dalam Mind Traveler, Kak Utie seperti sanggup merasakan, memikirkan, dan memaknai berbagai momen, berbagai interaksi, dan berbagai kejadian, lalu mengolahnya dalam persepsi berbeda. Seperti mencoba untuk memahami perilaku manusia, apa yang mendasari sikap dan perbuatan kita, memaknai takdir, dan memetik hikmah dari berbagai cuplikan episode kehidupan. Membaca Mind Traveler seperti menyadarkan saya bahwa setiap manusia punya cerita, tak ada pertanyaan yang sia-sia meski tak semua harus ada jawabannya, dan momen sesingkat apapun dalam hidup memiliki makna, kita hanya perlu hadir utuh dan merasakannya.


Reviewer: Nadhila Andanis Zafhira





Judul buku: Mind Traveler

Penulis: Febriani Eka Puteri

Penerbit: Spektrum Unpad

Tebal: 183 halaman


211 views