Pengalaman Berharga yang Tak Tergantikan

© 2019 by Siaware

  • SIAware Community

Pengalaman Berharga yang Tak Tergantikan

Masalah yang ku rasa selama ini sudah selesai dan bisa ku maafkan ternyata belum selesai. Justru dari situlah semuanya bersumber, yaitu permasalahanku dengan orang tuaku. Kejadian-kejadian di masa lalu yang membuatku selalu membandingkan keadaan keluargaku dengan keluarga lain. Keadaan yang selalu membuatku bertanya-tanya, “Kenapa aku dilahirkan di keluarga ini? Apakah aku tidak berhak memiliki kedua orang tua seperti yang lain?”


Masih belum memahami apa hikmah yang Allah inginkan untuk aku pelajari, hingga setiap yang terjadi di hidup ku dan adik-adikku selalu ku limpahkan kepada orang tuaku. Bahwa yang membentuk karakter kami menjadi seperti sekarang ini adalah kesalahan mereka. Selama 25 tahun hidupku, semua yang aku lakukan di hidupku selama ini hanya untuk membuktikan bahwa aku lebih baik dari mereka, bahwa aku tak akan melakukan kesalahan seperti mereka.


Bahkan, aku sampai kehilangan ikatan secara emosional dengan sesosok lelaki yang pertama kali mencintaiku. Sampai-sampai sempat terucap kalau aku rela untuk kehilangan sosok itu. Aku juga selalu menyembunyikan dari mereka tentang apa yang ku rasakan, padahal aku bisa menceritakan secara bebas kepada teman-temanku. Dengan segala perasaan itu, hati kecilku memberontak berkata bahwa ada yang salah pada penilaian dan sikapku terhadap mereka. Aku memerlukan seseorang/sesuatu untuk membantuku menyelesaikan permasalahan ini. Aku yakin Allah tidak bermaksud membuatku sengsara.


Di waktu yang tepat, Allah tunjukkan aku jawabannya awal tahun 2019. Allah pertemukan aku dengan SIAware melalui akun media social salah seorang penulis yang juga alumni SIAware. Dan Allah yakinkan hatiku untuk mengikuti SIAware melalui saudaraku dan orang-orang yang tak pernah ku temui sebelumnya. Kenapa aku yakin SIAware jawabannya?? Karena memang aku menemukan jawabannya setelah mengikuti SIAware.


Dari SIAware aku menyadari bahwa aku lupa kalau orang tuaku juga manusia yang pasti punya salah, dan aku bukan Tuhan yang bisa menilai dan menghakimi setiap kesalahan orang tuaku. Sebelumnya aku merasa sudah memaafkan mereka, tapi hati kecilku ternyata belum bisa memaafkan semuanya. Kini, aku sudah benar-benar memaafkan mereka dari hati yang terdalam. Tak ada lagi sesak yang ku rasakan saat melihat mereka, terutama pada sosok lelaki paruh baya yang ku sebut “abi” itu. Kini aku selalu mau melihat dari sudut pandang lain yang membuatku memahami kenapa abi ku bersikap seperti itu. Aku sudah bisa tersenyum tulus di hadapannya, bahkan menjadi terbuka kepadanya.


Satu hal yang membuatku terharu adalah ketika aku menjadi terbuka kepada mereka, respon yang sama terjadi!! Abiku mulai menceritakan tentang apa yang dialaminya, dan tak sungkan mendiskusikan sesuatu denganku. Kini hatiku terasa lega, perlahan-lahan hubungan kami membaik.


Ada satu hal lagi yang membuatku bersyukur tak henti-hetinya. Karena SIAware, kini aku berada di lingkungan baru yang mendukungku. Lingkungan yang membuatku menemukan diriku yang hampir saja hilang. Lingkungan yang memacuku untuk terus belajar, bahkan melalui hal-hal sederhana yang sering terabaikan. Terima kasih ya Rabb, pemberianMu kali ini sungguh berharga. Dan aku tak pernah menyesal bahwa pernah menginvestasikan waktu dan uangku untuk mengikuti SIAware.


Ihda Rohadatul ‘Aisyah H

SIAware 32

42 views