Reconciliation, Peace and ‘Love your True Self’

© 2019 by Siaware

  • SIAware Community

Reconciliation, Peace and ‘Love your True Self’


‘The greatest treasures are those invisible to the eye but found by the heart’

- Judy Garland -


Ps. Jose Carol Sharing – Saya pernah temukan seorang anak muda yang begitu sukses dan tidak mengenal Tuhan. Namun dia katakan bahwa meskipun dia berhasil secara jasmani dan tidak punya kekhawatiran, tetapi ada sesuatu yang dia tidak bisa temukan secara batiniah, seperti selalu ada yang kurang. Setelah berjuang, mencari kesana kemari, berdiskusi dengan banyak orang, akhirnya dia pun menemukan jawabannya setelah beribadah yaitu damai.

Mendengar sharing tersebut, seperti ada petir yang menyambar dan menghujam relung jiwa yang paling dalam. Selama ini, aku juga merasakan hal yang sama.


Am I Annoying? – Kehidupan yang aku jalani, bisa dikatakan sangat baik, tidak pernah kekurangan, tidak pernah khawatir. Apakah aku bersyukur atas semua nikmat tersebut? Jawabannya tidak. Aku tidak pernah mensyukuri apapun yang ada padaku, sering mengeluhkan kehidupanku yang sangat berkecukupan dan berkelimpahan ini. Selalu melihat dan membanding – bandingkan dengan kehidupan orang lain yang aku anggap ‘lebih enak’.

Aku merupakan seorang anak yang dibanggakan dalam keluarga, dikenal pintar dan hebat. Membuat aku semakin angkuh, sombong, dan egois. Selalu mempertahankan image baik tersebut, tidak pernah sadar dengan segala kekuranganku, tidak pernah mau menerima dan mengakui kelemahan. Kalau memang aku gagal, pasti ada alasan akan kegagalan itu. Pokoknya aku ngga pernah salah, aku selalu benar, lingkungan yang salah, orang lain yang salah, bila gagal aku hanya korban atas kesalahan orang lain.


Self Anxiety – Menjalani kehidupan seperti itu membuat aku tidak tenang, hidup tidak nyaman, fokus memikirkan penilaian orang lain, tidak bersyukur dan tidak mau mengakui kelemahan. Seperti pada sharing Ps. Jose Carol, aku juga merasakan ada yang kurang, ada sesuatu yang kosong namun belum dapat diungkapkan. Hal tersebut adalah kedamaian. Rekonsiliasi adalah cara memperolehnya, namun aku masih tetap egois, dan tidak mau berdamai dengan orang lain sehingga damai itupun menjadi sesuatu yang dilupakan dan tidak pernah ada perubahan dalam diri.

Sedikit cerita mengenai permasalahan pribadi, berawal dari masalah dosen pembimbing menolak skripsi, akhirnya aku melarikan diri dengan mencari pekerjaan, agar tidak dianggap gagal oleh orang lain. Kemudian aku takut dihubungi oleh keluarga, karena takut ditanyakan soal kuliah dan skripsi, akhirnya aku kabur dari orang tuaku, selama 1 tahun aku tidak pernah mengabari mereka, setiap kali mereka telpon aku reject, hingga akhirnya siapapun yang menelpon akan aku reject. Dalam dunia kerja juga mengalami banyak permasalahan. Aku yang selama ini dikenal ramah dan semangat, telah kehilangan hal-hal tersebut. Sering murung, mengurangi interaksi dengan orang lain, terlihat seperti orang yang putus asa, dan tidak punya semangat kerja.


Want to Fix – Saat gelisah, dan putus asa, saya tidak mengenal diri pribadi. Hingga menemukan posting dari seorang teman terkait Siaware serta pembelajarannya. Pembelajaran mengenal diri, mengenal potensi dan kelemahan, pembelajaran dalam menghadapi permasalahan. Ini rasanya seperti jawaban dari kebingungan dan pertanyaan dalam diri. Akhirnya sharing dengan teman tersebut dan disarankan untuk mengikuti training ini, dia sangat recommended sebagai bentuk investasi diri. Tanpa berpikir panjang, saya langsung mendaftar dan melunasi biayanya. Saya hanya berharap dapat kembali menjadi pribadi yang dulu, yang optimis, ramah dan bersemangat.


Reconciliation – Selama mengikuti kegiatan Siaware, aku jadi sadar akan kesalahanku. Berawal dari jujur kepada diri sendiri, aku semakin sadar dan dapat menerima bahwa aku juga manusia biasa yang memiliki banyak kekurangan. Untuk mendapatkan damai tersebut, intinya berdamai dengan keluarga, teman, lingkungan dan orang lain di sekitar kita. Berdamai dengan diri sendiri, menerima keadaan dan kondisi. Dan yang terakhir berdamai dengan Tuhan pencipta. Bukan hal yang mudah untuk memulai dan memperbaiki, bahkan sempat terpikir untuk mundur dan batal. Namun sangat banyak orang-orang di Siaware yang menguatkan, mendorong terus sehingga aku yakin melakukannya.


Peace –Aku mendapatkan hal-hal yang jauh lebih besar dari yang ku harapkan. Segala hal yang aku pelajari sangat berkaitan dengan kehidupan pribadiku. Aku baru sadar, bahwa selama ini aku suka mencari pembenaran, suka mencari alasan, tidak bertanggung jawab, tidak mau mengakui kelemahan. Aku juga sadar bahwa aku orang yang sangat egois, tidak bisa bersyukur, dan ‘Tidak pernah mencintai diriku sendiri.’ Dan setelah itu, aku pun berkomitmen untuk bertanggung jawab dan memperbaiki semua masalahku.

Bagaimana keadaanku sekarang? Sekarang aku udah dapat merasakan ‘damai’ tersebut setelah berdamai dengan diri, lingkungan dan Tuhanku. Aku juga merasa sangat banyak orang yang sangat peduli dan sayang kepadaku. Serta merasa ‘Hidup Berharga’. Hingga akhirnya aku dapat mencintai diriku sendiri, ‘Love Your True Self’.


Untuk hal yang ku dapat tersebut, apakah Worth it? Banget… Untuk berdamai, meminta maaf, dan mengucapkan sayang kepada orangtua, harus membayar jauh lebih besar dari itu pun aku siap. Apakah hanya itu saja yang aku dapat? Tidak, aku mendapat teman-teman dan keluarga baru di Siaware yang sangat menyayangi dan selalu mendukungku. I Love You Keluarga Cahaya, I Love You Siaware 32 dan seluruh alumni Siaware. Terimakasih banyak untuk pengalaman, kenangan dan seluruh pembelajarannya.


With Love,

Gerry Maltido S

Siaware 32







139 views